Langsung ke konten utama

In My Chaos

Chaos

Malam, gelap, dingin. Ah angin mulai bertingkah seperti ingin mengusik ketenangan hati yang sejak tadi saya usahakan untuk tetap bertahan di tempatnya. Lalu apa hubungannya dengan malam sebagai kata pembuka?. Tidak itu hanya menerangkan keadaan dimana saya mulai menulis tulisan ini. 

Memulainya dengan kalimat tanya, kenapa Chaos? Mungkin tidak amat penting tapi itulah alasannya, hingga ada tulisan ini. Saya tidak tahu apa yang tengah saya rasakan sejak empat bulan terakhir. Kacau sekali hidup saya, rasa nya tidak mengenal diri sendiri, kehilangan jati diri bahkan jika dapat mungkin saya memilih meninggalkan diri saya yang sekarang dan tinggal pada diri saya yang lama. Seperti tidak ada yang jelas dalam diri saya, satupun tidak ada. Untuk saya bahkan untuk Tuhan sekali pun. 

Keadaan itu terus membuat saya bingung. Sebenarnya saya kenapa? Ada apa sebenarnya. Seperti tidak menginginkan apapun dan seperti tidak diinginkan siapapun. Sialnya Saya tidak tahu cara pergi dari semua ini. to be continued. 

31 Juli 2021

Saya lupa kapan saya mulai berpikir untuk menulis artikel ini, tapi saya ingat kenapa saya tertarik untuk membuat blog ini. Saya terinspirasi dari seseorang yang saya kenal di IG, dengan percakapan pendek dengannya membuat saya langsung kagum. Dia sangat keren gilaak meskipun saya tidak mengenalnya hanya saling follow-followan di Instagram saja. Akhirnya saya belajar cara membuat blog lewat internet dan aplikasi tiktok. tiktok menurut sata adalah sebuah aplikasi yang multifungsi. Kenapa demikian? ketika saya sedih ada hal di sana yang bisa membuat saya kembali tertawa, ketika saya tidak bersyukur, ketika saya sombong, ketika saya merasa terpojokan di rl. pasti ada saja hal yang membuat saya sadar tapi satu hal yan saya pelajari tiktok menyediakan banyak hal positif tetapi bersamaan dengan hal negatif tiktok bisa membuat bahagiamu menjadi lebih bahagia dan sedih mu menjadi lebih sedih. Tergantung bagaimana kita bisa berpikir bersih dan sadar untuk menjadi filter kepada diri sendiri.

kembali ke topik. Chaos, ya pada kali pertama aku menulis ya karena chaos dan itu sudah berlangsung beberapa bulan, kau mungkn tidak menduga tapi itu masih berlangsung hingga hari ini. Saya masih bingung dengan diri saya sendiri, seperti rollercoaster kadang merasa baik kadang buruk. Saya seorang kristen dan saya yakin Tuhan itu ada tapi saya merasa seperti tengah mempermainkan Tuhan. Tidak, saya tidak memiliki niat sejahat itu namun tanpa sadar saya melakukannya and then  sekarang saya malu karena saya berkali-kali menyakiti-Nya. jadi saya memilih untuk menulis ini. karena saya bingung kenapa saya sangat malas, padahal saya tahu kalau saya malas malasan hari ini besoknya saya akan menangis bahkan sudah pernah merasakan hal itu. Tapi entahlah saya masih belum bisa mengalahkan rasa masabodo saya ini. Saya berharap saya bisa melawan keegoisan saya sendiri. to be continued

Komentar