Langsung ke konten utama

Bangkit atau Tenggelam

Bangkit atau Tenggelam.

Bangkit, menurut KBBI dapat berbeda makna tergantung situasi tapi semuanya tentang keluar dari sebuah situasi. Bangkit dari tempat tidur meninggalkan rasa nyaman saat rebahan, bangkit dari duduk kemudian berjalan, amarah seseorang yang bangkit mengusik damai di hati, ya tergantung bagaimana memaknai kata itu sendiri. Dari yang dapat diterima hingga yang kurang masuk akal seperti bangkit dari kubur meninggalkan tidur panjang tanpa hembusan nafas, tubuh yang kaku dan dingin serta lembabnya dinding tanah yang baunya telah menyatu dengan tubuh. Semuanya tentang berpindah (meninggalkan) satu situasi ke situasi yang lain baik itu kondisinya semakin baik atau malah sebaliknya. Kita tidak tahu akan seperti apa dampaknya nanti. 

Sekarang tentang tenggelam, pada umumnya tenggelam lebih diartikan untuk keadaan sesak nafas yang dialami ketika air memenuhi paru-paru yang dapat mengakibatkan kematian, kata yang kadang menyeramkan namun dapat menjadi yang paling diingkan untuk beberapa orang ketika mengalami depresi, ataupun merasa lelah ketika badai hidup terasa tidak terelakan. Ini menjadi salah satu pilihan yang kadang diambil, ini menyebabkan kematian yang berdasal dari kata mati semakin terkesan mengerikan. Tenggelam berhubungan erat dengan kematian pada konteks yang lain seperti tenggelam dalam perasaan, suasana yang sedang dilihat/dirasakan, matahari yang mulai tenggelam. Ini terlihat tidak berbeda dengan yang sebelumnya dan tentu tidak berhubungan dengan kematian.

Sedikit ulasan tentang kata bangkit dan tenggelam yang mungkin sedikit membingungkan bagi mereka yang tidak berniat membaca tulisan ini. xixi, tidak hanya candaan untuk menjaga pembaca yang budiman agar tetap relax saat membaca.

Ini bukan tentang makna dari dua kata itu, bukan sepenuhnya berkaitan dengan penjelasan diatas. Namun ini tentang pilihan. Ya pilihan, memilih satu dari dua kata itu untuk kita dengan keadaan kita. Selalu ingat bahwa apa yang kita pilih sekarang itu mempengaruhi apa yang akan kita rasakan nanti.

 Entahlah saya tidak pandai menulis ini hanya sengaja saya buat untuk memotivasi diri saya dan melihat kembali kesalahan saya agar tidak terulangi di waktu nanti. 

Komentar